Sabtu, 01 November 2014

Dilengkapi GPS dan kamera GoPro Hero3, drone ini tampil di hall B.


Drone di Indocomtech dipamerkan di hall B, booth Disperindag Jawa Timur
 
Pameran Indocomtech 2014 tak hanya pamerkan gadget, komputer, dan aksesoris. Ada anjungan (booth) yang menampilkan drone, pesawat tanpa awak.

Drone itu dipajang oleh Cakrawala Creative yang mengisi booth Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur ini. Pesawat mungil itu bernama "Parrot."

"Pesawat (tanpa awak) ini dilengkapi dengan GPS, Kamera GoPro Hero3, dan program," ungkap Retra di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat 31 Oktober 2014.

Cakrawala Creative melayani jasa video dan foto bagi konsumen yang ingin memiliki dokumentasi yang tak bisa dijangkau dengan peralatan lainnya.

Dalam menerima pesanan jasa dokumentasi tersebut, Retra menjelaskan bahwa pihaknya akan menerima sesuai dengan situasi kondisi dilapangan atau proyek yang disepakati seperti apa.

"Makanya kami mulai Rp5 juta, itu bisa lima sampai tujuh kali flight, yang satu flight-nya bisa sampai 10-15 menit. Jadi, tergantung pengambilan dokumentasinya dimana," jelas Retra.

Namun, harga tersebut belum termasuk editing yang dikatakannya tidak telalu mahal.

Terima Order

Meskipun bergelut dibidang jasa, Cakrawala Creative juga dapat menerima pesan dari konsumen yang ingin order drone yang diinginkannya.

"Tergantung spesifikasinya tapi kalau standarnya sekitar Rp25-30 juta per unitnya. Paling lama, sekitar seminggu sudah jadi," kata Retra.

Sampai saat ini, Cakrawala Creative sudah sering menerima orderan baik jasa maupun untuk mengkustom  (memodifikasi) drone untuk individu dan perusahaan, termasuk proyek yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Selasa, 21 Oktober 2014


Warta Bola Portal Berita Terpercaya
 (RD Farm) Ternak ayam kampung super menjadi salah satu jawaban dari permasalahan para peternak akan lambatnya pertumbuhan ayam kampung. Berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen dalam waktu 40 hari saja. Ayam kampung super atau ayam Jawa super memiliki pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan dengan ayam kampung biasa meski lebih lama jika dibandingkan ayam broiler. Dalam masa pemeliharaan 45 sampai 60 hari ayam kampung super sudah bisa dipanen.
Keuntungan beternak ayam kampung super ini selain angka kematian (mortalitas) yang rendah dengan rasa daging yang sama dengan ayam kamung asli, juga cara pemeliharaan sangat mudah, tidk menyita wktu dan tenaga. Dari segi harga jual, ayam kampung harganya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler (ayam potong), berkisar dari 20 ribu sampai 30 ribu hidup per kilogram (harga untuk wilayah Yogyakarta, di luar Yogyakarta relatif lebih tinggi)

Ternak Ayam Kampung Super, Cepat Besar
Cara pemeliharaan ayam kampung sendiri cukup mudah, hanya tinggal menyediakan kandang terbatas dengan alas sekam dan diberi lampu secukupnya. Pemberian pakan hanya satu kali saja pada wadah yang berbentuk seperti galon air mineral, sehingga pakan akan keluar jika dimakan ayam. Dengan demikian tidak perlu khawatir jika dijadikan usaha sampingan.

Analisis Usaha Ayam Kampung Super (per Agustus 2013)
Jika berminat dalam bisnis ayam kampung super ini , berikut analisis bisnis ternak ayam kampung super per 100 ekor :
A. Pengeluaran
No
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah Unit
Jumlah
1
Pembelian bibit
Rp.     4.500
100 + 2 ekor
Rp.   450.000
2
Pakan 0 – 60 hari
Rp. 315.000
4 Sak
Rp.1.260.000
3
Vitamin dan Vaksinasi
Rp. 100.000

Rp.   100.000






Jumlah


Rp 1.810.000,-

B. Pemasukan
Diasumsikan, angka kematian adalah 10 %*( 10 ekor,*asumsi terburuk dalam kondisi normal)   dari jumlah 102 (100 ekor plus bonus 2 ekor) maka pada saat panen masih tersisa 92 ekor dengan berat rata-rata apabila habis pakan 4 sak adalah 0,8 – 1 kg.
Harga ayam terendah adalah Rp 20.000,-/kg (hanya terjadi pada panenan bulan November
dan Februari). Fluktuasi harga antara Rp 20.000,- s.d Rp. 30.000,- per kilogram (kg)*.
No
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah Unit
Jumlah
1
Penjualan Ayam
Rp 27.000/kg
0.9 kg x 92 = 82.8 kg
     2.235.600






Jumlah


Rp 2.235.600,-
 * Harga ayam kampung super hidup di wilayah Yogyakarta per 30 Agustus Rp 27.000 s.d. 28.000,-/kg

Pendapatan Bersih
= Pemasukan – Pengeluaran

= Rp 2.235.600 – Rp.1.810.000

= Rp 425.600,

Keterangan : 

  1. Setiap 100 ekor ayam dari DOC sampai masa panen (60 hari) menghabiskan 2 kwintal pakan atau 4 sak @ 50 kg (BR1 dgn protein min 21%).
  2. Harga bibit ayam (DOC), pakan & harga daging sewaktu-waktu dapat berubah.
  3. Harga DOC tidak termasuk ongkos kirim, untuk luar P. Jawa masih dibebani biaya perizinan.
  4. Harga daging ayam kampung super di luar wilayah Yogyakarta (P Jawa dan luar P Jawa) relatif lebih tinggi.
  5. Terdapat beberapa jenis pakan BR1, yang harus dipilih adalah kadar protein minimal 21%
  6. Untuk mendapatkan panduan pemeliharaan silakan hubungi Rafli Danu Farm seperti yang tercantum dalam blog ini.

Apabila anda ingin pendapatan yg besar dapat diperoleh dengan menambah populasi misalnya 500 ekor atau lebih, jadi keuntungan yang akan diperoleh juga akan bertambah. Selain itu frekuensi pemeliharaan jg bisa diatur, misalnya jika menghendaki tiap bulan panen, berarti harus memelihara 2 umur, sehingga pendapatan akan kita peroleh secara bulanan. Atau anda bisa mengatur sendiri apabila ingin panen tiap minggu, tiap 2 minggu, atau tiap bulan.


Rafli Danu Family Breeding Farm adalah perusahaan peternakan yang memproduksi bibit ayam (DOC) Jawa Super (Joper)/ Ayam Kampung Super. Ayam jenis ini (seperti nampak pada gambar) dinamakan ayam kampung super karena ayam ini mempunyai karakter, sifat dan rasa yang sama dengan ayam kampung asli, namun mempunyai beberapa kelebihan antara lain:
  1. Masa pemeliharaan lebih singkat (antara 45 -60 hari) dengan berat rata-rata 0.7 - 1 kg (berat yang diminta oleh konsumen rumah makan/restoran).
  2. Cara pemeliharaan lebih mudah dan lebih tahan penyakit (angka kematian kecil).
  3. Kotoran dalam kandang tidak menimbulkan bau.
  4. Mudah pemasarannya.
  5. Kandungan protein tinggi dan kadar lemak sangat rendah (Hasil tes Laboratorium)
  6. Profitable (Menguntungkan). Kisaran harga ayam ini adalah Rp 18.000,00 - Rp 26.000,00 / kg. Apabila dibandingkan dengan ayam broiler yang lebih fluktuaktif, memelihara ayam jawa super lebih menguntungkan & aman.

Untuk yang penasaran ingin mencoba rasa daging ayam jawa super ini bisa














http://2.bp.blogspot.com/-uLP0Ye5ys20/UehAgdaMTLI/AAAAAAAAAII/EwQ4ws2Jd34/s320/Background.jpg
Ayam Jawa Super/Kampung Super dewasa siap panen


http://3.bp.blogspot.com/-W0Cr20qkWo8/UehAk0hBAFI/AAAAAAAAAIQ/Y72-79nH3v0/s320/Foto003.jpg
Ayam Jawa Super/Kampung Super dewasa siap panen


 

http://2.bp.blogspot.com/-hIvnsBDUAQ4/T3KOwq6bjWI/AAAAAAAAAEQ/XhTJ8Gzrnnc/s1600/kandang+litter.jpg 
  1. Lebar kandang maksimal 4 meter, Panjang menyesuaikan populasi (perbandingan 1 meter persegi untuk 18 ekor ayam sampai panen)
  2. Lantai kandang litter disemen kasar dan diberi sekam / pasir sebagai alasnya (tidak boleh diganti/dibersihkan sebelum ayam dipanen, bila menggunakan sekam, sebaiknya tiap minggu ditambah)
  3. Sekeliling dinding cukup menggunakan bambu/ kawat strimin untuk sirkulasi udara
  4. Atap tertutup dengan genteng / asbes
  5. Arah kandang sebaik membujur dari timur ke barat
  6. Ketinggian kandang sebaiknya tidak kurang dari 2,5 m
http://1.bp.blogspot.com/_O14LqmTQ47E/TB7WYfHDLZI/AAAAAAAAADk/OsKsN5WMxC4/s400/anak-ayam-2.gif
Karena adanya isu virus flu burung, maka populasi ayam kampung/ayam buras/ayam jawa semakin berkurang. Akan tetapi permintaan pasar justru semakin meningkat. Oleh sebab itulah kami memproduksi DOC (bibit ayam) Jawa Super alias Ayam Kampung Super. Dikatakan Super karena dengan masa pemeliharaan selama 45 - 60 hari saja, ayam telah siap dipanen dan dikonsumsi. Dengan masa yang singkat ini maka resiko kematian juga kecil (berdasarkan cara pemeliharaan sesuai prosedur yang telah kami gunakan) dan keuntungan bagi peternak lumayan. Anda tertarik dan berminat?

Apabila ingin pendapatan yang lebih banyak dan rutin, maka dapat diatur jumlah dan waktu pemeliharaan. Misalnya diprogramkan panen 1 x atau 2 x atau 4 x dalam sebulan dengan jumlah.

Catatan:
  • Cara pemeliharan dan pendampingan akan kami berikan sepenuhnya dengan gratis (Ada modul petunjuk pemeliharaan)
  • Harga DOC dapat berubah setiap saat.
  • Untuk wilayah lokal (Jogja dan sekitarnya) pemasaran akan dibantu (dibeli kembali)
  • Harga daging menyesuaikan harga pasar.
  • Ayam ini telah diuji laboratorium mengandung protein tinggi namun rendah lemak.

MEMANG ENAK JADI PEGAWAI  (Negeri),
TAPI LEBIH ENAK KALAU PUNYA PEGAWAI.
MARI KITA BERWIRAUSAHA !!!

Senin, 20 Oktober 2014

Warta Bola Portal Berita Terpercaya

Tanaman ini berasal dari daerah subtropis di Eropa yang masuk ke Indonesia pada saat bangsa Eropa memasuki Indonesia di sekitar abad ke 17 atau 18.

1.2. Sentra Penanaman Sentra tanaman yang utama adalah Lembang dan Pangalengan (Jawa Barat), Magelang (Jawa Timur), Bali. Produksi kentang pada tahun 1998 mencapai 1.011.316 ton. 1.3. Jenis Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan berbentuk perdu/semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah itu mati. Umur tanaman kentang antara 90-180 hari. Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut: a) Divisi : Spermatophyta b) Subdivisi : Angiospermae c) Kelas : Dicotyledonae d) Famili : Solanaceae e) Genus : Solanum f) Species : Solanun tuberosum L. Dari tanaman ini dikenal pula spesies-spesies lain yang merupakan spesies liar, di antaranya Solanum andigenum L, Solanum anglgenum L, Solanum demissum L dan lain-lain. Varitas kentang yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang kuning varitas Granola, Atlantis, Cipanas dan Segunung . 1.4. Manfaat Tanaman Melihat kandungan gizinya, kentang merupakan sumber utama karbohidrat. Kentang menjadi makanan pokok di banyak negara barat. Zat-zat gizi yang terkandung dalam 100 gram bahan adalah kalori 347 kal, protein 0,3 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 85,6 gram, kalsium (Ca) 20 gram, fosfor (P) 30 mg, besi (Fe) 0,5 mg dan vitamin B 0,04 mg

 

II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim Daerah dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk membudidayakan kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya kentang. Lama penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10 jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembangan umbi. Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akan terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C. Kelembaban yang sesuai untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan. 2.2. Media Tanam Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang berstruktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin ketersediaan oksigen di dalam tanah. Tanah yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di pegunungan-pegunungan. Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang bervariasi antara 5,0-7,0, tergantung varietasnya. Untuk produksi yang baik pH yang rendah tidak cocok ditanami kentang. Pengapuran mutlak diberikan pada tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7. 2.3. Ketinggian Tempat Daerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan, dengan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara 1000-1300 m dpl. Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah (300-700 m dpl).

 

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang dan stek tunas daun. Umbi Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul. Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C. Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas. Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja. Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam. Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis. Stek Batang dan stek tunas Cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya. 3.2. Pengolahan Media Tanam Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar supaya perkembangan akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan. Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm. 3.3. Teknik Penanaman

 

Pemupukan Dasar

 

a) Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam. b) Pupuk anorganik berupa SP-36=400kg/ha.

Cara Penanaman Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan anggapan umbi bibit berbobot sekitar 30-45 gram. Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB 80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm. Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 8-10 cm. Bibit dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst. Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang ditanam di dataran medium. 3.4. Pemeliharaan Tanaman Penyulaman Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada lubang yang sama. Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu vegetatif awal dan pembentukan umbi. Pemangkasan Bunga Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi dan pembungaan. Pemupukan Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai berikut:

  • Pupuk kandang: saat tanam 15. -20. Ton  atau bisa menggunakan pupuk granular  dengan dosis sekitar  1,5 sampai 2 ton

 

Pupuk organik  bhokasi/pupuk petroganik/granul 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg. SP-36: saat tanam 400 kg. KCl: 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg. Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.

 

Pupuk Cair Organik

Pupuk cair organic penting diberikan untuk memenuhi kebutuhan unsure mikro. Pupuk Cair Organik saat ini sudah mulai banyak beredar di pasaran, bahkan  formulanya sudah dilengkapi dengan berbagai zat pengatur tumbuh dan zat lain yang dapat menunjang pertumbuhan dan hasil kentang .  Salah satu produk pupuk cair organic yang memiliki zat penyeimbang (Probacter 27 plus)

 

Probacter27 diaplikasikan dengan cara penyemprotan pada daun, cabang dan batang  dengan interval   7-10 hari sekali dengan dosis  2 – 2,5  liter/ha/1 kali aplikasi. Konsentrasi digunakan   4 – 5 ml/liter air.

 

Untuk meningkatkan kualitas umbi yang baik dan bsar-besar, lakukan penyemprotan dengan dosis 2 – 3 kali lipat pada umur sekitar 60 – 70  hari setelah tanam.

Pengairan Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit). Hamadan Penyakit 1. Hama Ulat grayak (Spodoptera litura) Gejala: ulat menyerang daun dengan memakan bagian epidermis dan jaringan hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) mekanis dengan memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) kimia dengan  Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC. Kutu daun (Aphis Sp) Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus bagi tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan membakar daun yang terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP. Orong-orong (Gryllotalpa Sp) Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: menggunakan tepung Sevin 85 S yang dicampur dengan pupuk kandang.

Hamapenggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael) Gejala: pada daun yang berwarna merah tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC, Ekalux 25 EC, Orthene &5 SP, Lammnate L.

Hamatrip ( Thrips tabaci ) Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, selanjutnya berubah menjadi abu-abu perak dan kemudian mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas bagian daun yang terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC, Diazenon, Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP. 2. Penyakit Penyakit busuk daun Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian: menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan lain-lain. Penyakit layu bakteri Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP. Penyakit busuk umbi Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Pada bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik.

Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pengendalian kimia dengan Benlate.

 

Penyakit bercak kering (Early Blight) Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering. Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak teratur, berwarna coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan pergiliran tanaman. Penyakit karena virus Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.

3.6. Panen Ciri dan Umur Panen Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150 hari; dan varietas dalam 150-180 hari. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari. Cara Panen Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan dilakukan pada saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu kumpulkan umbi ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen. Prakiraan Produksi a) Granola/Atlantis: produksi 35-40 ton/ha. b) Red Pontiac: produksi 15 ton/ha. c) Desiree: produksi 18 ton/ha. d) DTO: produksi 20 ton/ha. e) Klon no. 17: produksi 30-40 ton/ha. f) Klon no. 08: produksi 25-30 ton/ha. Pascapanen Penyortiran dan Pengolongan Umbi yang baik dan sehat dipisahkan dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini akan mencegah penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir berdasarkan ukuran umbi (tergantung varitas). Penyimpanan Simpan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup dan berventilasi. Pengemasan dan Pengangkutan Alat pengemas harus bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan. Pembersihan Petani konvensional hampir tidak pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di pasar swalayan/ke luar negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan umbi dari segala kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan jangan sampai menimbulkan lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan cara dicuci di air mengalir yang tidak terlalu deras kemudian dikeringanginkan. Umbi yang bersih akan memperpanjang keawetan umbi selain itu juga akan menarik konsumen.