Minggu, 06 Juli 2014

Warta Bola | Portal Berita Terpercaya

Poksai jambul, Lembah Alas, Aceh, Sumatra © James Eaton
White-crested Laughingthrush
Garrulax bicolor (Hartlaub, 1844)
Deskripsi
Berukuran besar (30 cm), berwarna hitam kecoklatan. Kepala putih dengan jambul sedikit tegak, mudah dikenali. Dahi, kekang, dan strip mata hittam menurun.
Iris dan paruh coklat, kaki kecoklatan.
Suara
Sangat ribut. Suara dimulai dengan ocehan, diikuti kotekan dan ringkikan nyaring.

Penyebaran dan ras
Burung endemik Sumatera yang langka dan sering diburu untuk burung peliharaan.
Catatan Taksonomi
Sebelumnya menjadi bagian dari sub-species Garrulax leucolophus White-crested Laughingthrush, saat ini berdiri menjadi spesies sendiri mengikuti Collar, N. J. (2006) A partial revision of the Asian babblers (Timaliidae). Forktail 22: 85-112.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Burung penetap yang agak jarang ditemui di Sumatera, terdapat di hutan primer dan hutan sekunder pada ketinggian sedang (antara 750-2000 m). Hidup berkelompok pada kanopi bawah dan menengah hutan. Kadang-kadang turun ke permukaan tanah. Terbang dengan cara meluncur khas poksai. Memakan serangga, termasuk kumbang dan laba-laba. terkadang juga memakan buah, nektar dan reptil kecil. Biasanya mencari makan secara berkelompok yang mencolok dan berisik, mendatangi lantai hutan sampai kanopi bagian tengah. Kadang bergabung dengan jenis burung poksai lain. Musim berbiak Feb-Sept, co-operative breeder. Sarang biasanya terletak 2-8 m dari permukaan tanah pada semak atau pohon yang pendek. Sarang berbentuk mangkuk yang dangkal, tersusun dari rerumputan, daun bambu, dan serat tanaman lainnya. Jumlah telur 2-6 butir setiap periode berbiak, menjadi obyek parasit sarang oleh beberapa jenis burung kangkok.
Status
Daftar merah IUCN : Rentan (VU)
Perdagangan internasional : -
Perlindungan : -
Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Image

0 komentar: