Senin, 25 Agustus 2014

Warta Bola | Portal Berita Terpercaya


Memelihara burung adalah suatu proses yang cukup rumit namun penting. Jika beruntung, burung yang dibeli telah dewasa atau sudah disapih dan bisa makan sendiri. Burung dewasa lebih mudah dirawat. Umumnya burung ini merupakan tangkapan alam seperti bakalan murai batu, bakalan cucak jenggot, bakalan anis merah atau bakalan kenari.
Tidak jarang hobiis memelihara burung sejak masih kecil atau piyik. Piyik bisa diperoleh dari penangkar atau peternak, missal piyik cucak rowo, piyik lovebird atau piyik kenari. Membeli burung berupa piyik memang lebih ekonomis, karena harganya cukup murah, namun jika tidak hati-hati dalam memelihara, bukannya ekonomis malah rugi, karena piyik yang dimiliki mati karena kesalahan perawatan.
piyik yang belum bisa makan sendiri, masukkan dalam ruang inkubator
Piyik yang belum bisa makan sendiri, masukkan dalam ruang inkubator (Foto: dok mediabnr.com)
Umur piyik yang dipelihara biasanya antara 2-4 minggu. Sebelumnya siapkan dahulu segala peralatan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan piyik. Pada proses pembesaran piyik, penyediaan sarana prasarana sangat penting dilakukan. Saran yang digunakan biasanya berupa lemari penghangat (inkubator) atau lampu penghangat, kerangjang plastik, mangkuk rotan, spuit, termos dan neraca.
Lemari pengahangat atau ikubator dilengkapi dengan lampu pijar 60 watt atau kawat elemen penghangat listrik dengan thermometer pengukur suhu ruangan otomatis. Suhu dalam ruangan penghangat piyik ini biasanya 30 derajat celcius.
Kerangjang plastik dapat digunakan untuk tempat perawatan piyik. Kerangjan yang digunakan berukuran sekitar 20 cm. Pada dasar keranjang diberi alas kain pel berwarna putih.
Penggunaan alat bantu untuk meloloh sangat penting
Penggunaan alat bantu untuk meloloh sangat penting (Foto: dok mediabnr.com)
Alat makan piyik dapat menggunakan puit atau sendok. Karena piyik belum bisa makan sendiri, sehingga perlu disuapi atau diloloh oleh pemilik. Spuit yang biasa digunakan untuk pemeliharaan piyik bervolume 20 cc yang ujungnya dilengkapi dengan kanula (semacam pipa kecil dengan ujung bengkok) atau dapat diganti dengan pentil bansepeda.
Termos sendiri berfungsi untuk tempat menyimpan air panas sebagai bahan pelarut pakan piyik. Timbangan roti digunakanuntuk menimbang berat badan piyik yang dipelihara, dan berat takaran pakan yang diberikan.

Memberikan Pakan

Pakan merupakan kebutuhan utama makhluk hidup, begitu pula dengan burung, terutama piyik yang belum bisa makan sendiri. Pakan yang diberikan pada piyik biasanya berupa bubur bayi instant atau pur pakan ayam yang dilarutkan dalam air matang hangat secukupnya. Bubur tersebut diaduk merata sampai membentuk larutan yang agak kental. Pakan tersebut diberikan pada piyik sebanyak 4 kali dalam sehari. Agar lebih teratur dan terkontrol biasanya pakan diberikan pada pukul 07.00, 11.00, 16.00, dan 20.00, atau juga diberikan jika piyik mulai berbunyi karena lapar.
Jika bubur sudah dalam kondisi dingin bisa dimasukkan menggunakan spuit. Jumlah pakan lunak yang diberikan pada piyik tergantung pada umur piyik dan ukuran temboloknya. Misalnya piyik yang berumur 1 bulan atau kurang diberik bubur sebanyak 10 ml, 15 ml untuk piyik umur 2 bulan, dan 20 ml untuk piyik umur 3 bulan dalam satu kali penyuapan. Tetapi juga tergantung dari ukuran tembolok piyik, karena masing masing jenis burung memiliki ukuran tembolok yang berbeda-beda.
Ketika piyik sudah berumur 2 bulan biasanya sudah bisa diajari mencari makan sendiri. Piyik ini memiliki ciri bulunya sudah mulai tumbuh sempurna. Saat piyik berumur sebulan yang ditandai dengan tumbuhnya bulu jarum. Sebaiknya piyik dijemur di bawar sinar matahari pagi, sampai sekitar pukul 10.00. Dengan memperhatikan perawatan piyik tentu akan mendapatkan hasil burung dewasa yang sehat, selain itu kematian piyik bisa dihindari.

0 komentar: